Reuni + Rendevouz AfenKo dan Ajan di Bandar Jakarta, Ancol 04/06/2007

Berikut ini adalah tulisan tanghak Boni Sukamto, saya posting ke-blog ini sesuai apa adanya, tanpa mengubah isi maupun setting tulisannya guna mempertahankan gaya dari teman kita yang satu ini  – murli

Selamat Pagi TANGHAK

Alumni SP angkatan 77 terus mengukir sejarah baru dimana awalnya kita memprediksi setelah reuni Akbar di Pontianak pasti bakal bubar, dimana Api Reuni akan mulai redup, tapi ternyata prediksi kita benar-benar salah. Mlaah intensitas pertemuan makin tinggi, dimana etelah Pontianak kita telah mengadakan 5 pertemuan. Dan tadi malam dan hanyak berselang satu minggu sudah ketemu lagi.

Pertemuan Reuni+Redenzvous bersama Afenko dari China dan Ajan dari Herford memang menjadi acara yang menarik. Afen yang merasa tertantang dengan tulisan saya yang bahwa jangan ngomong janji mau mampir di Jakarta. Karena dari Sincia sampai kemarin belum kunjung terrealisasi. Baru tadi malam Afen yang terus  mengudara mengintip Milis terus bagai burung Rajawali langsung mengontak  Sukni untuk mengkoordinasikan pertemuan China vs Jerman suatu peristiwa langka. Tapi kita masih mengimpikan pertemuan China+Jeman dan Kamboja dengan tamu tambahan Ameng. Kita tunggu Ameng ya.

Pertemuan diadakan di Restorant Bandar Jakarta yang berada dikawasan Ancol, tepatnya di dekat Putri Duyung Cottages. Awalnya Sukni mengusulkan dikawasan Pluit, tapi setelah berkonsultasi dengan saya akhirnya kita kita memutuskan di Ancol lagi, pertemuan Oktober 2006 lalu kita mengadakan di Jimbaran. Sukni memang kerja didaerah kawasan ini sehingga tinggal dikontak langsung  nyampai.

Saya jam 17 sudah sampai dan masih kepagian sehingga masih tunggu dikawasan le bridge untuk menghirup udara pantai.

Saat jam 17.30 saya mendatangi restorant tersebut dan ternyata Sukni telah booking tempat yang terbaik, diruangan berAC. Setelah saja mengamati tempat diluar yang cukup luas di pinggir pantai, ternyata telah di booking orang. Dan Ajan memang ternyata juga takut nyamuk (2 kaki). Dan memang kalau TANGHAK sudah ketemu pasti bikin heboh, jadi lebih baik diruangan tertutup dan ber AC dan merupakan pilihan yang tepat.

Afu memang sudah nyampai duluan tapi masih mojok bersama Herlina, dan baru masuk jam 6 sore, kemudian datang Sukni dengan membawa satu majalah VARIA yang konon merupakan majalah edisi perdana dari Santo Paulus, suatu langkah baik untuk menjalin hubungan dengan reuni kita. Saya lihat didalamnya ada dicantumkan Milis Alumi angkatan 77. Diharapkan mungkin ada Alumni yang bisa menyumbang tulisan di majalah tersebut dn saya lihat ada adik kelas kita yang menyumbang tulisan didalamnya, tapi masih kapasita pribadi. Ternyata Alumni kita yang paling baik dan terorganisir.

Vonny yang masih ragu2 untuk datang karena kondisi office hour dari kawasan Senayan, tapi memang kalaio kita ada niat pasti Tuhan akan membuka jalan untuk kita dan akhirnya dia bisa datang tepat waktu dengan taxi.

Nyongpen yang terus nempel bersama Ajan kayak perangko dan kali ini sudah cukup  pede dan tidak perlu koordinasi dari saya lagi dan tanpa perlu pengawal tambahan mungkin mendengar kabar bahwa saingannya sudah KO dan malah menyelutuk bahwa kalau mau diantar manapun malam pasti mau. Kita cek aja exit dari Ancol jam berapa.

Cosmas yang datang membawa print dari foto pertemuan Ajan di Pontianak dan menurut cerita Ajan bahwa dia telah mengadakan 2x pertemuan juga HUT Akwang dan terakhir rumah Susan., kita tunggu cerita dari Akwangnya.

Maryo hadir dengan penampilan yang selalu khas dan membawa koleksi foto dulu yang masih cukup menarik dengan gaya nyongpen yang masih suka pamer badan.

Kali ini Kuiton .mendapat tugas paling berat karena tinggal paling dekat dengan Novotel Mangga Dua untuk menjemput Afenko yang tinggal di Novotel Mangga Dua bersama Asang dan Aleng.

Malam ini kita juga sangat berterima kasih pada Alie yang masih sempat mengirim satu paket makanan khas Manado untuk kita, seperti Bagea, Kenari dll dan sekali lagi teman berterima kasih.

Lie Peng yang begitu hadir di pertama kali di Bogor dan rupanya sangat berkesan bersama teman sehingga menjawab undangan melalui SMS tapi ragu-ragu ‘so pasti’ datang.

Yang paling disesali bahwa malam itu tidak ada satupun yang membawa kamera, semua saling mengandalkan, jad kita terpaksa foto seadanya dgn HP sorry malam ini tidak ada foto bersama seperti yang lalu2, sayang ya.

Pak Ketua kali ini datang tanpa pengawal(karena Elly sedang mempersiapkan suatu acara esok} dan melalui kata sambutannya meskipun suara yang cukup gaduh diluar mengucapkan Selamat datang dan terima kasih kepada Ajan dan Afenko yang begitu semangat dan setia untuk mengunjungi teman di Jakarta dan Pontianak untuk datang dan melalui doa yang dibawakan saya meskipun agak terganggu dengan suara diluar semoga reuni ini semakin baik.

Acara tadi malam sempat dikagetin adanya mati lampu, sehingga pak Ketua yang sedang asyik bersama Ajan, langsung kabur takut dijadikan Alibi, semua pada ketawa dan Athien yang melihat ada kesempatan langsung mau bergerak tetapi lampu blitz HP saya langsung diprotes.

Ajan sempat nyelutuk wah kalau reuni ini aja harus pake exit permit nanti reuni cuman tinggal yang ceweg aja,….moga-moga aja kita makin dewasa dan kalau ada cerita beginian jangan dianggap serius. Kali Ajan kecewa juga yang waktu di Pontianak, ha……tau deh.

Ajan yang membawa titipan Akwang dengan membawa Roti pontianak(ebi) menjadi sumber inspirasi bahan ketawa, ada yang bilang bau keju, bau basi dll, Asang yang sedang asyik bincang-bincang sama Ajan sempat meremes-remes dua roti ditangan. Sampai Vonny nyelutuk kita punya sih lebih empuk ban lebih kecil….Sang gimana rasanya roti jerman? Maryo langsung mempraktekan cium roti dengan perasaan dan akhirnya Afenko yang pada kangen roti Pontianak langsung memakannya dan kali udah ngak sabaran, sambil melihat Ajan sambil makan dengan lahap dan tidak bersisa karena diboyong ke China untuk ‘tercinta’, nich saya sudah bawa roti dari TANGHAK yang jauh lebih empuk dan lebih gede…..sorry ya Fen,,,just fun….pertemuan tadi malam baru bubar jam 9.30.

Kita berterima kasih kepada Akiat dan Aliat dan Sukni yang membuat pertemuan tadi lama gratis, alias dari kocek kas bendahara…..boleh sering yach…

Yang Hadir tadi malam Ajan, Afen, Rusminto, Suniarti, Cosmas, Bernard, Bony, Afu Herlina, Anglie Pheng, Asang, Kuiton, Maryo, Aliat, Akiat, Kusnadi/Aleng, Livinus, Susan….total ada 18 orang yang datang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: