Xiang Garden Resto, Mangga Dua Sqr, May 10, 2008

Berikut ini adalah tulisan tanghak Boni Sukamto, saya posting ke-blog ini sesuai apa adanya, tanpa mengubah isi maupun setting tulisannya guna mempertahankan gaya dari teman kita yang satu ini  – murli

Pertemuan yang dihadiri 24 teman-teman kali ini tetap menunjukan semangat yang tinggi dan terpancar dari wajah teman yang begitu lepas dan bisa bercerita bebas yang seakan tidak habis2nya terutama pengalaman selama 30 tahun terpisah dan seakan suatu mukjijat terjadi yang bisa menyatukan kita semua meskipun ini masih merupakan awal dan masih memerlukan kerja keras untuk mempersatukan sebagian besar yang masih belum diketemukan maupun ada yang masih enggan bergabung, tapi pertemuan demi pertemuan ini telah semakin menunjukan hubungan yang semakin erat satu sama lain.

Pertemuan tadi siang di Xiang Garden telah menjadikan kita sebagai tamu istimewa dengan posisi meja yang terbaik sehingga kita boleh jadi pusat perhatian dari tamu yang hadir, sekali lagi terima kasih kepada EO kita yang sangat luarbiasa dalam mengatur semua acara termasuk menu makanan yang sangat pas untuk perut kita dan saya melihat Manager Restaurant sampai beberapa kali hadir yang sangat senang dengan kehadiran kita yang membuat restauratnya demikian semarak dengan dua kali hadir dalam tempo satu bulan dan menunjukan, meskipun kita bisa bertahan sampai jam 16.30 tanpa merasa sedikipun cape malahan makin merasa suasana yang sangat akrab.

Juga kita sangat berterima kasih kepada teman-teman yang dengan setia dengan membawakan makanan khasnya, ya paling utama kepada tamu agung bulan Mei yang selalu setia membawakan makanan special dari Jerman dengan Wine, Coklat yang luar biasa enak dan Mermelade, semoga untuk teman-teman Pontianak jangan takut karena pasti sudah disiapkan satu paket menu istimewa untuk acara malam di Pontianak, doping untuk Akwang.

Ajan kali ini masih tetap setia bawa coklat wine yang sudah akrab dengan kita dan semoga masih simpan untuk acara di Pontianak, kali in Ajan sudah bisa berbagi kasih sama Pontianak, dan kali ini Ajan bawa satu species baru yang memang sangat enak tapi rasanya saya cuma makan sebatang sudah ludes, apakah ada yang main curang? Rasanya baru makan sebiji sudah tinggal kotaknya aja..eh encim Jakarta memang sudak doyan wine dan tidak perlu manisfestasi seperti encim Pontianak….he…nanti Ajan kirim lewat kontainer. Saya pingin kapan Ajan bawain sosis Jerman yang eunaknya bukan main nanti kita bikin pesta kebun, pasti ceritanya akan lebih heboh lagi soalnya panjang bisa 30 Cm, telen ajak susah kalau digigit eunaknya bukan main dijamin bisa nge-fly….yach simpan untuk tahun depan, soalnya kita cuma kebagian setahun sekali dibulan Mei ….bulan Desember Ajan sudah milik keluarganya, kalau masih ngak rela silakan nunggu di Bali, kalau tidak disabet sama Mr. Bruce Willis.

Terimakasih juga kepada Mr. Agar-agar yang mana kita selalu merasa kekurangan karena saya tahu sudah semakin banyak pelanggan, sehingga sudah ada yang main curang pake booking duluan, he…..tapi agarrnya memang semakin uenak dan kali ini memang benar yahuuuut.

Terima kasih juga kepada Mr. Heineken yang menyumbang satu paket produk baru Greensand recharge yang bisa membuat KuiTon yang paling suka bikin berbusa, phak cui phuek

Terima kasih juga kepada penyumbang Bakso Jerman yang membuat encim malu-malu mengigit, tapi diam-diam menyukainya sampai dibawa pulang, awas ketauan sama misua nanti jadi masalah, kog bawa bakso dari luar?. Rasanya Bakso kita juga dimodifikasi dengan rasa keju tapi rasanya memang sangat enak, karena pada takut dari daging sapi terutama Mr. Nehi Bread, karena yang satu ini tampang bakso sapi tapi original ayam kampung. Kalau digigit dan kena kejunya wah nikmatnya luarbiasa, tidak kalau coklat Ajan yang lapis wine yang bikin heboh waktu di Ancol. KuiTOn salah kalo untuk Bakso yang eunak memang bagian paha, bagian dada lembek-lembek, kan gitu KuiTon?

Ternyata Mr. Nehi Bread membuat kejutan baru dengan membawakan makanan khas homeland yakni Sambosa, sejenis sakakpia yang mirip martabak, eh jangan-jangan martabak asalnya dari sono lho. Saya memang sangat menikmati nya dan lain kali saya pingin Murli bisa menyajikan cepati sejenis roti tipis dengan makanan pasta, wah saya bener doyan dech, sekali boleh dong Ny.Needu bisa bawain beberapa keping khusus untuk saya saja, tapi rasanya pingin yang fresh from oven baru seru sekali.

Terima kasih kepada Sansan yang tetapi setia dengan kue lapisnya saya saya gak kebagian sudah disapu bersih sama teman-teman, soalnya disajikan untuk kalangan terbatas.

Kemarin saya datang dan langsung terfocus sama Murli dan saya mulai mencocokan tampang dan postur tubuh sekarang dan 30 tahun lalu dan ternyata memang sesuai kog bayangan saya dan sekarang masih mewarisi sisa badan masa lampau, tapi sudah jauh lebih kurus, kalau dulu rasanya lari ajak susah.

Terus dia mulai bercerita gimana pengalaman sekolahnya waktu di SMP Bruder dan baru saya ingat bahwa kita Cuma setahun di Ahmad Yani kemudian pindah lagi ke Pattimura, padahal saya sudah benar-benar lupa, karena memori saya tentang SMP Cuma di Ahmad Yani, maklum perjalanan yang cukup jauh dan memelahkan, dan setiap hari harus naik sepeda dari Siantan sampai Kota Baru.

Terus Murli cerita bahwa waktu tahun 1976 harus ditinggalkan oleh Ayahnya (kog kita diberi kabar yach?) kalau tahu kan bisa ikut ngaben….Murli hidup dengan Neneknya, padahal saya ingat Murli tidak pernah kelihatan susah dan suka bercanda. Tapi itulah pengalaman hidupnya masa kecil, tapi sekarang Murli ada bersama kita dan kalau masih memerlukan cinta kasih encim-encim masih bersedia kog apa lagi membagikan setetes embun maya ya masih berdialah yach kan? He sorry yach Ny.Needu, nanti marah sama kita. Sudah menjurus nich…..

Kalau Angkatan ini sudah berkumpul rasanya sudah lupa waktu dan tidak terasa sudah jam 16.00 tapi masih belum ada mau beranjak, saya masih menunggu ada secangkir tech tapi ngak muncul-muncul, baru tahu dari Sukni bahwa kita sudah diusir secara halus, wah kalau sudah ngak mempan bisa-bisa pakai lap2 meja….. Sukni tolong lain kali cari yang all night long…..biar it tiam long, jitiam long….satiam long…..tawaran Robert belum terrealisasi lho…….masih berlaku kan?

Mungkin bulan Oktober kita rencanakan pertemuan lagi…….OK Rob? Wah itu pasti jamin all night long….pilih yang ada bulan purnamanya.

Terus saya waktu pulang ikut Nyongpen ke Mobilnya, wah kita dikerjain sampai dibawa sdari ujung ke ujung, pakai lupa mobilnya ditaruh dimana, saya sampai ikut dari ujung ke ujung balik lagi, sampai disorakin Ajan,,, a suk oi hi nai…wah rasanya ada yang masih naksir yeach…he kali dibawa puter-puter dulu, kalau dulu lecet di pantat sekarang lecet di kaki, he…..bercanda.

Terus sebagian masih terus mau melanjutkan lagi minum kopi ou di JL Coffee, Murli kelihatan masih tetap mau melanjutkan pembicaraan dan memang sudah sangat lama rasanya tidak bertemu, makanya Murli pernah mengusukan sekali sebulan lah….atau Needu juga pingin Famili diikutan. Itu sudah saya usulkan 2 tahun yang lalu dan kayaknya masih pingin dengan gaya hausekia,alias ABG padahal sudah smell like earth thats ok, as long as belum kena palang pintu….jadi saya terpaksa mengahiri cerita ini dengan harapan teman lainnya bisa kebagian cerita…..da da.

<Bony Sukamto>

Jumlah yang hadir di XIANG Garden Restaurant, Mangga Dua Square tgl. 10 Mai 2008 dari jam 12-16.30 WIB ada 24 orang terlampir foto bersama. Bagi yang ingin memberi kesan-kesan silakan <Bony Sukamto>

 

DSC05933

 

Aku benar terkesan dengan keahlian KuiTOn memain segala sesuatu yang bisa berbusa Phak Cui Phuek, sampai kita semua memperhatikan dan terbengong-bengong Gimana KuiTon menikmati Green Sand yang ternyata bisa di Recharge lagi he………Akwang kalau sudah perjuangan harus minta tolong KuiTon bantu. Sukni,…ternyata Ajan punya sudah ngak bisa keluar busa, makanya saya perhatikan KuiTon minum terus bonus dari Mr. Heineken. <Bony Sukamto>

DSC05920  DSC05919

Ternyata….nyonya Bony pintar mengolah daging …….paha jadi baso… bakso… paha… wah… gurih… enak… legit… Suk sampai nambah…., lain kali… mungkin yang dari dada… ya Bon… <Kui Ton>

 

DSCN5172  DSCN5171

Sukni ini namanya Bakso Jerman, eh ternyata Sukni saking doyannya minta beberapa biji untuk dinikmati dirumah, biar sekalian sharing rasa,……ho ciak kan? Kalau Susi kelihatan masih malu-malu menggigitnya takut muncrat kejunya, rasain pada hilang satu satu. <Bony Sukamto>

080420 Frans & Murli
080420 Petrus Sumardi

Ternyata Murli masih bengong-bengong dan gak mau pulang dan masih ajak tancep Kopi ou, pantasan lain sendiri. Sambosa nya Murli memang enak dan habis manis, ngak tau pada bawa pulang untuk diapain buktinya ada keluar foto gituan. Pasti udah di keker sehingga timbul Danger Triangle, saingan sakakpia. Ternyata Sambosa adalah makanan khas homeland dan merupakan makanan pembukaan. Terima kasih sama Reenu yang begitu berbaik hati, sayang kamu tidak bisa hadir…

Eh ternyata Murli sudah generasi ke enam di Pontianak, eh.kita aja kalah aslinya lho dan kalau tidak tinggal di Pontianak.,…..he…..ternyata ceritanya sangat menarik….gimana perjuang hidupnya, meskipun masa sekolah selalu bergembira. Suka ketawa-tawa dan menggoda encim.encim…<Bony Sukamto>

080420 Sukni & Tambibread  DSC05923

Itu adalah pertemuan antar muka saya yang pertama dengan teman teman alumni Sto.Paulus setelah berselang 31 tahun… Sebagian dari teman teman dapat langsung saya kenali tetapi ada juga sebagian yang  tidak dapat saya bayangkan tampilan mereka semasa sekolah dulu dan yang terkini… Tetapi pertemuan ini telah membawa kesan yang sangat mendalam dan berbahagia menjadi bagian dari alumni 1977 Sto.Paulus, Pontianak…<Murli>

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: