Malam Reuni : Guru, Ijinkan Kami Menyayangimu

Malam Reuni : Guru, Ijinkan Kami Menyayangimu (Sekali Lagi)

Catatan: Sukniarti Dipo

Sabtu Malam Minggu, 19 Agustus 2006

clip_image002Pukul 18.00 tampak satu-persatu tanghak kita hadir memenuhi hotel Kini, Pontianak, tempat puncak acara Reuni SMA Santo Paulus Lulusan tahun 1977 kita diadakan. Panggung acara telah didirikan dengan megah sejak dari siang harinya, dilengkapi dengan kelap-kelip lampu yang bercahaya. Sangat indah semuanya dalam nuansa api merah berkobar yang terus menyala-nyala perkasa dari lantai. Salut untuk Ketua Panitia Pontianak kita yaitu Frendys Lukito yang telah mempersiapkan segala-galanya.

Tamu-tamu terhormat kita mulai berdatangan seperti Bapak Uskup Agung Pontianak Mgr. H. Bumbun OFMCap., para guru tercinta yaitu Bapak Ignatius Yatiman, Bapak Ade Ismail, Bapak Fransiskus Sumijo, Bapak Harsono, Bapak Juhdi Hadi Kasim, Bapak Saedy, Ibu Saginem Hamid, Bapak Sudarto, Bapak Suyatman, Sr. Yohana, dan Bapak Leo Sutrisno (yang masih tampak muda). Kepala Sekolah sekarang Bapak Drs. Raden Yusepha beserta Dewan Guru, Tata Usaha, dan adik-adik siswa juga hadir dalam kesempatan istimewa ini.

Saat tamu kita memasuki ruangan acara, panitia menyambut dengan penuh rasa hormat diiringi dengan tayangan komputer berupa salam Selamat datang Bapak/Ibu Guru, Ijinkan kami menyayangimu (sekali lagi). Di layar terbaca jelas nama-nama beliau satu-persatu yang dibuat mengalir tanpa henti dari arah kiri, kanan, atas, bawah, lurus atau menyilang dalam semarak aneka warna. Suasana semacam ini dibuat untuk menghangatkan pertemuan istimewa dengan para guru tercinta, yang pertama sejak 29 tahun kita lulusan 1977 berpisah.

Untuk para tanghak, pada saat yang sama telah disiapkan lagu latar yang direkam dari Istana Boneka, Dunia Fantasi di Ancol, Jakarta. Musik ini untuk membangkitkan kenangan lama saat kita masih remaja menjelang dewasa. Lagu ini direncanakan untuk diputar berulang-ulang hingga acara reuni kita resmi dibuka.

Namun pada saatnya dibutuhkan, suara musik tersebut tidak muncul dari rekaman dalam laptop yang dibawa oleh Cosmas Christanmas, tanghak dari Jakarta. Panitia yang ada di sekitar panggung ikut gelisah sambil membantu mencarikan kabel penghubung komputer yang tepat ke proyektor yang telah tersedia. Setelah masalah kabel terselesaikan dan tayangan gambar dapat dimunculkan ke layar besar; suara musik dari laptop tidak terdengar karena tenggelam oleh peralatan audio dari panitia setempat. Sangat disayangkan karena lagu latar dari Dunia Fantasi itu sudah dipersiapkan dengan baik sejak beberapa bulan yang lalu. Kesulitan teknis ini terjadi karena kurangnya waktu untuk melakukan pengujian hingga saat-saat terakhir. Cosmas mohon agar kekurangan ini dapat dimaafkan (sekali lagi). Sambil mengatasi gangguan teknis tersebut, hadirin disilakan menikmati makan malam.

Acara resmi malam reuni kita dimulai dengan pengantar dari pembawa acara Frendys Lukito yang juga mengajak semua yang hadir untuk menyanyikan lagu kebangsaaan Indonesia Raya, 2 hari setelah bangsa kita memperingati Proklamasi Kemerdekaan RI yang ke-61.


clip_image004Selanjutnya para alumnus diajak Susan Ngadimin untuk menyanyikan mars PPSK (Perhimpunan Pelajar Sekolah Katolik) yang merupakan lagu wajib bagi para siswa saat memasuki SMA Santo Paulus awal Januari 1975. Di layar besar muncul tayangan komputer, teks lagu yang sudah agak lusuh yang diambil dari koleksi buku Orientasi Study koleksi seorang tanghak. Sekali lagi musik pengiring yang terekam di dalam laptop Cosmas tenggelam oleh peralatan audio sehingga mars tersebut dinyanyikan sampai 2 kali dengan apa adanya. Kegagalan teknis ini kelak diperbaiki dalam rekaman DVD yang dibagikan.


clip_image006Ketua Panitia Jakarta sekaligus Ketua Alumni Rusminto selanjutnya tampil menyampaikan sambutan sekaligus menyambut guru dan semua tanghak dalam reuni ini. Ia mengajak semua bersyukur dan berterima kasih kepada sekolah dan guru atas pendidikan yang kita terima selama ini.




Sambutan Ketua Alumni SMA Santo Paulus lulusan tahun 1977

Yang Mulia Uskup Agung Pontianak Mgr. Hieronimus Bumbun OFMCap.,

Yang terhormat Bapak Kepala SMA Santo Paulus Drs. Raden Yusepha,

Yang terhormat para Bapak/Ibu/Bruder/Suster Guru SMA Santo Paulus,

Teman-teman Alumnus SMA Santo Paulus lulusan tahun 1977,

serta adik-adik siswa/i yang sangat kami cintai,

Selamat Malam dan Salam Sejahtera bagi kita semua.

Malam ini kita ungkapkan rasa sukacita sekaligus bangga karena berjumpa kembali dengan banyak teman yang telah berhasil di dalam masyarakat. Ada yang menjadi dokter, insinyur, arsitek, ahli ekonomi, akuntan, ahli komputer, pengusaha, manager profesional, sekretaris, dosen, guru, tokoh masyarakat, dan lain sebagainya di dalam maupun di luar negeri. Untuk sukses itu, kita sangat berhutang budi pada sekolah dan guru tercinta kita.

Saat ini hadir sekitar 60% teman kita karena sebagian lagi berhalangan sebab kesibukan atau tidak berhasil dihubungi. Dari yang hadir, datang dari rantau yang jauh: China, Jerman, Surabaya, Semarang, Bandung, Banjarmasin, Pekanbaru, dan sebagainya. Mari kita saling mengucapkan selamat datang dengan tepuk tangan yang meriah untuk semua yang hadir, maupun yang berhalangan hadir.

Malam ini kita semua mengingat kembali dan saling berbagi cerita tentang kehidupan masing-masing hingga hari ini sebab selama 29 tahun ini banyak yang tidak pernah saling bertemu. Pasti banyak pengalaman yang tak terlupakan semasa SMA seperti kisah asmara dulu, yang semuanya kini terasa menjadi lebih indah.

Reuni malam ini telah disiapkan sejak lama, khususnya oleh yang hadir dalam pertemuan 2 tahun yang lalu. Tetapi baru pada 19 Februari 2006 kita dapat mengadakan reuni yang cukup besar di Jakarta. Dalam situlah kita merencanakan Reuni Akbar di Pontianak pada malam ini.

Untuk itu saya berterima kasih kepada semua pihak yang telah merelakan waktu dan tenaganya untuk reuni malam ini. Khususnya bagi panitia pelaksana Pontianak yang telah menyiapkannya dengan semangat yang tinggi. Terima kasih juga kepada panitia Jakarta yang telah menggalang Alumni hingga bisa hadir di sini.

Malam ini juga kita persembahkan penghargaan khusus kepada para Guru dan sekolah kita tercinta, SMA Santo Paulus. Semoga berkenan.

Selamat Reuni dan terima kasih!

Rusminto

Catatan: naskah asli sepanjang 821 kata ada pada yang bersangkutan. Versi singkat ini diringkas oleh Cosmas Christanmas dalam 332 kata, semoga berkenan.


clip_image002[5]Kepala SMA Santo Paulus sekarang Bapak Drs. Raden Yusepha juga memberikan sambutan yang intinya mengajak semua alumnus untuk ikut berpartisipasi dalam pengembangan sekolah kita yang tercinta ini. Pada kesempatan itu pula panitia bersepakat menyumbang 10 set lengkap program komputer untuk pembelajaran Matematika buatan dalam negeri yang terwujud dalam tempo 2 bulan. Di bawah pimpinan beliau, rombongan tanghak peserta reuni kita kali ini disambut dengan sukacita oleh semua guru, siswa/i, serta drumband terkenal SMA Santo Paulus (padahal saat itu sekolah sedang libur). Luar biasa dan sangat mengesankan. Terima kasih pak Raden.

clip_image002[7]Bapak Uskup Agung Pontianak Mgr. Hieronimus Bumbun OFMCap. juga berkenan menyampaikan sambutannya yang menekankan pada hakikat pendidikan yaitu untuk menjadikan manusia agar bermartabat dan bermanfaat bagi sesama manusia lainnya. Beliau mengaku tidak terlibat langsung dalam pembangunan sekolah kita tetapi sudah memperhatikannya sejak masih menjalani pendidikan calon pastor di Sumatera Utara. Sambutan beliau yang cukup panjang itu diakhiri dengan doa singkat dan berkat menurut keyakinan agama Katolik.

Mgr. Bumbun lahir di Menawai, pedalaman Kalimantan Barat pada 5 Agustus 1937 dan menjadi pastor OFMCap. saat berusia 30 tahun. Beliau ditahbiskan sebagai Uskup Agung Pembantu di Pontianak pada tanggal 27 Mei 1976 (dan menjadi Uskup Agung penuh setahun kemudian). Sehari setelah penahbisan itu, beliau mengantar Kardinal pertama Indonesia (almarhum) Justinus Darmojuwono Pr. dan para Uskup lainnya dari seluruh Indonesia untuk mengunjungi SMA Santo Paulus, sebuah sekolah Katolik terkemuka di bumi Khatulistiwa. Saat itu rombongan disambut oleh kita semua dengan upacara bendera di lapangan basket. Masih adakah kita yang ingat akan peristiwa itu?


Selama acara berlangsung, suasana malam reuni ramai hampir tak tertahankan. Kursi yang disusun rapi berderet-deret diduduki oleh tanghak menurut keiinginan kelompok masing-masing, misalnya atas dasar kelas bersama dulu, profesi, jender (apa iya?), dan sebagainya. Pokoknya suka-sukanya saja, rupanya pertemuan sejak siang hari saat mengunjungi sekolah dan makan es krim di sekolahan Santu Petrus masih belum cukup juga untuk mengungkapkan rasa rindu.

clip_image002[10]

clip_image002[12]


Tamu undangan (guru) mendapat kursi lengkap dengan meja makan. Tetapi ada juga guru seperti pak Leo Sutrisno yang lebih suka duduk membaur dengan para mantan muridnya yang kini akrab disapa sebagai teman. Malam itu beliau didaulat mewakili para guru untuk menceritakan pengalamannya mengelola kelompok siswa yang lulus pada tahun 1977 itu dulu. Mantan ketua PPSK Robert Hendra juga didaulat untuk menceritakan perjalanan sukses studi dan karirnya.

clip_image004[6]clip_image002[14]

Senang sekali bisa berkumpul dengan banyak tanghak sekaligus setelah lama tidak bertemu dan datang dari banyak tempat yang tersebar di dalam dan luar negeri. Ada yang datang khusus dari Jerman seperti Rosyanti yang baru saja berlibur di tanah air 2 bulan sebelumnya. Yang dari Jakarta pun ada beberapa yang datang hanya untuk acara malam itu saja karena esoknya sudah harus kembali karena alasan keluarga atau pekerjaan seperti Arifudin, Witono, Jinardi, Johan Muliawan, dan lain-lain. Mereka kembali ke Jakarta esok paginya pukul 07.00. Terima kasih tanghak atas pengorbanan anda sekalian.

Malam itu dari laptop yang dioperasikan oleh Cosmas muncul tayangan foto masa lalu dari arsip beberapa tanghak, termasuk gambar pasangan Cinderella SMA kita Joseph, Herlina, Rusminto dan istri Elly Sutopo. Mereka diundang ke atas panggung untuk mendapatkan penghargaan dari para tanghak atas janji mereka untuk saling menghormati hingga hari ini.

Kenangan indah dari 29 tahun yang lalu itu memang mengasyikkan saat membuka kembali koleksi foto-foto seperti Kota Pontianak tempo doeloe, pose di depan teras utama gedung sekolah, widya wisata atau piknik ke luar kota. Juga foto-foto hasil jepretan fotografer profesional sekelas Herry Tiono dari beberapa reuni pendahuluan di Jakarta. Cikal-bakal menuju reuni pada malam ini.


img0026

Pada malam itu juga para guru pada waktu kita dulu, diundang ke atas panggung untuk menerima tanda penghargaan dari para muridnya. Satu demi satu nama beliau dipanggil, ada yang wajah dan tubuhnya masih mudah dikenali tetapi ada juga yang sudah sangat berubah. Maklumlah, usia adalah karunia dan Tuhan senantiasa memberikan yang terbaik kepada umat-Nya. Para guru sekarang juga mendapatkan tanda kenang-kenangan khusus dari panitia.

Rombongan peserta Jakarta tampil membawakan lagu-lagu kenangan yang terkenal pada tahun 1970-an. Dengan persiapan sebisanya dan dengan tekad untuk menghibur undangan dan tanghak tuan rumah, semoga lagu-lagu itu sungguh berkenan di hati pendengar.

img0027


Acara diakhiri dengan lagu-lagu dangdut oleh hadirin, diikuti juga oleh Pak Saedy dengan semangat. Tentunya dengan bumbu goyangan asyik dan menyehatkan.

Sebelum berpisah, diadakan foto bersama dengan pengarahan Herry Tiono. Agar fotonya lengkap, serasi dan berseni, Herry alias Aliat terpaksa harus menyingkirkan beberapa kursi agar tersedia cukup tempat yang layak untuk semua tanghak. Sayang hanya beberapa yang bersedia membantunya memindahkan kursi-kursi penghalang itu. Aliat mungkin kecewa akan hal itu tetapi segera sadar bahwa semua peserta sudah berada di usia sekitar 50 tahun, sudah tidak sekuat dulu lagi untuk angkat berat. Untung Aliat masih sadar akan hal usia itu sehingga cepat melupakan harapannya tadi, lalu tertawa sendiri. Maafkanlah kami Aliat, maksud hati memang ingin membantumu memindahkan kursi, tapi apa daya umur sudah mulai senja.

img0028

Malam itu semua hadirin pulang dengan membawa tanda kenang-kenangan berupa sebuah suvenir jam meja cantik bertuliskan SMA Santo Paulus (dari tanghak Pas B lho!). Sementara itu panitia meneruskan pekerjaannya membagikan kaos dan topi seragam sumbangan tanghak Sos A dari Jakarta untuk para peserta wisata reuni ke Singkawang keesokan harinya.

Meski hari semakin larut malam, masih ada saja tanghak yang asyik meneruskan silaturahmi ke kamar lain di Hotel Kini tempat rombongan dari luar kota menginap.


Perjalanan menuju puncak acara >>>

%d bloggers like this: