Milis SMA Santo Paulus

M i l i s SMA Santo Paulus Pontianak Lulusan Tahun 1977

Catatan: Cosmas Christanmas

Milis atau mailing list dalam bahasa Inggris adalah sebuah fasilitas pengiriman pesan elektronik komputer ke sejumlah anggota terdaftar tanpa perlu menyebut nama mereka lagi satu-persatu. Fasilitas ini berkembang sejak industri komputer dan komunikasi data berjalan seiring membentuk jaringan komputer yang lebih ’murah’ pada tahun 1980-an. Dengan jaringan internet yang kini lebih tersebar, milis menjadi lebih populer lagi dan tersedia cuma-cuma oleh beberapa layanan internasional.

Segera setelah Reuni pertama di Sunter, Jakarta, 19 Februari 2006, saya mendaftarkan milis khusus untuk tanghak di yahoogroups dengan alamat seperti yang tertulis di halaman depan buku ini:

http://groups.yahoo.com/group/StoPaulus_Ptk77

Penamaan ’StoPaulus_Ptk77’ ini penting untuk langsung menunjuk ke (SMA) Santo Paulus yang terdapat di Pontianak dan terbatas untuk (lulusan) tahun 1977, dengan tampilan muka seperti berikut:

clip_image002

Jumlah anggota milis ini terus bertambah, beberapa di antaranya sangat aktif menulis dan menawarkan pencerahan bagi tanghak lain. Sebagian lagi masih sebatas sebagai pembaca setia tanpa berjanji kapan hendak menyapa. Anda penasaran mau tahu siapa saja mereka khususnya yang menggunakan nama alias? Bergabung sajalah segera ke dalam komunitas maya kita dengan cara mengunjungi alamat internet tersebut di atas dan ikuti petunjuk bagaimana menjadi anggota. Jangan lupa memperkenalkan diri anda (misalnya dengan menyebut nama tanghak yang dikenal) karena milis ini terbatas untuk tanghak yang pernah belajar di SMA Santo Paulus antara tahun masuk 1975 hingga lulus 1977. Kalau ada kesulitan teknis, jangan malu bertanya kepada anak-anak muda sekitar anda seperti ketika anda gamang menggunakan handphone atau mencoba mengirim SMS pertama kali.

Saat usia kita rata-rata sudah mencapai sekitar garis ‘khatulistiwa’ setengah abad, tidak perlu malu untuk menjadi anggota milis. Beberapa tanghak yang baru bergabung biasanya langsung ‘dikroyok’ dengan sambutan selamat datang dan saling menyapa dari tanghak lama. Sambutan hangat seperti ini juga diberikan sekali pun tanghak baru kita hanya sempat sebentar di SMA Santo Paulus (sebagian keluar karena kebijakan pemerintah saat itu tentang pembauran).

Segera setelah menjadi anggota, anda akan mendapat kiriman informasi awal berupa daftar nama dan nomor telepon semua tanghak yang telah berhasil ditemukan selama ini. Jangan kaget kalau tiba-tiba anda mendapat telepon dari tanghak lama yang mendapatkan nomor anda dari milis ini. Semuanya ini bisa terjadi bukan karena mereka lagi ‘sok akrab’ dan anda jadi ‘ge-er’, tetapi karena usia kita saat ini memang lebih membutuhkan komunikasi yang lebih intensif.

Saat melakukan posting ke dalam milis, anda diminta untuk selalu memperhatikan ketentuan SARA alias menghindari isi tulisan yang bernuansakan Sensualitas (ingat sebagian tanghak masuk internet dengan bantuan anak di sekitarnya); Agama dan aliran kepercayaan (karena ada beberapa tanghak kita yang ahli dalam hal ini), Rahasia (yang disimpan rapat-rapat sejak dulu jangan sampai dibocorkan sekali pun abad sudah berganti), serta Anatomi (yang dulu tubuhnya gemuk koq sekarang tambah gemuk, iihhhhhhhh gemes dech kamu).

clip_image004Sejak dibuat pada Februari 2006, jumlah posting ke dalam milis terus bertambah yaitu berturut-turut: Februari (11 buah), Maret (308), April (460), Mei (683), Juni (754), Juli (780), Agustus (679), September (1.000), Oktober (873). Dalam 1 hari bisa terdapat hingga 50 posting, umumnya dari L4 alias Lu Lagi Lu Lagi (maksudnya orangnya itu-itu juga). Jumlah posting memang sangat bergantung pada ‘provokator’ yang mengangkat hal-hal yang menyentuh perasaan atau menyingkap sebagian rahasia masa lalu. Contohnya seperti kisah ‘Semu-semu Nyata’ goresan Lukito koleksi seorang tanghak wanita yang baru saja dimunculkan.

Bulan September 2006 yang lalu, posting di milis kita marak dengan kisah seseorang yang berhasil menyapa gadis idamannya saat Reuni, pertama kali setelah 29 tahun lamanya. Sang wanita yang hadir dengan baju merah, disebut dengan inisial namanya atau ‘Si Baju Merah’ karena kita mengindahkan himbauan anti SARA dalam posting.

Topik lainnya misalnya adalah komunikasi rencana kerja Panitia Reuni tempo hari dan berita antar tanghak. Pada saat-saat awal, juga ada perbincangan bisnis yang cukup seru tentang pisang goreng Pontianak (yang menjadi makanan favorit di Jakarta), serabi, kue lapis buatan tanghak sendiri, hamchoikon (apaan ini?), dll. Topik ini bisa dimunculkan kembali sewaktu-waktu kalau memang dikehendaki para anggota milis, namun awas setiap transaksi bisnis yang terjadi akan dicatat oleh anggota lain yang akan mengenakan ‘fee’ tertentu.

Walaupun bahasa Indonesia adalah pengantar utama, namun kita juga melihat adanya posting yang diperindah dengan istilah dari pelbagai bahasa/dialek seperti Tio Chiu, Khek, Mandarin, atau Inggris. Ada juga yang secara (tidak) sengaja menyisipkan bahasa Jerman. Posting jenis ini menarik perhatian karena lalu muncul istilah seperti ‘khaupesibo’ dan sejenisnya yang tentunya mengundang ketawa bagi orang yang mengerti tetapi bertanya-tanya bagi yang berasal dari etnik lain.

Yang membuat tertawa bukan hanya karena istilah-istilah aneh itu saja, tetapi hampir setiap posting selalu mengandung hal-hal lama yang menjadi aktual ketika dikomunikasi kembali. Sunjoto alias Afen yang bermukim di China, saling berebut dengan istrinya yang membaca internet dari tempat berbeda, hanya karena tidak ingin kehilangan humor segar yang ditulis dalam milis.

Pengakuan Rosyanti yang sudah lama tinggal di Jerman lain lagi. Dia suka menunda waktu buka praktek juga karena ingin membaca posting dulu. Suaminya yang tidak pernah tinggal di Indonesia dan tidak mengerti bahasa Indonesia suka geleng-geleng kepala karena heran melihat istrinya suka geleng-geleng kepala sambil ketawa setiap kali membuka milis kita.

Asang juga mendapatkan isi milis kita lebih asyik daripada buku ‘khusus untuk orang dewasa’, seperti yang dikatakan kepada istrinya.

Sebagian tanghak kita yang antusias dengan milis tetapi tidak terbiasa mengetik dengan komputer (biasanya mengetik dengan jari), cukup kesulitan ketika diajak untuk bermilis-ria. Ada yang lalu menggunakan “laptop pangku” untuk membantunya mengetik. Siapakah dia?

Isi milis kita juga diperkaya dengan laporan perjalanan Bony Sukamto ke Jerman tempat kuliahnya dulu di Universitas Teknik Berlin yang sangat terkenal itu. Ia juga menulis laporan pandangan matanya saat tinggal bermalam di rumah Rosyanti di Herford.

Teknologi internet memang menawarkan banyak kemudahan untuk berkomunikasi pada jaman ini. Namun demikian, seorang filsuf besar dari Yunani bernama Socrates dari jaman pra-Masehi menawarkan 3 saringan setiap kita hendak menulis sesuatu:

· Kebenaran: apakah kita yakin benar dengan yang mau ditulis?

· Kebaikan: apakah ini tentang kebaikan orang atau kebalikannya?

· Manfaat: adakah manfaatnya kalau tulisan itu disebarkan?

Sebab ingat, sekali ditulis tetap tertulis. Itulah sebabnya mengapa buku Catatan Reuni ini memerlukan waktu yang cukup lama untuk penyelesaiannya hanya karena proses pembuatannya selalu mengacu kepada 3 dasar saringan tersebut di atas.

Namun tanghak tidak perlu khawatir karena posting di milis kita selalu aman karena terbatas untuk kalangan sendiri saja. Juga sudah tidak ada lagi manfaatnya untuk mencari kesalahan (kalau pun ada) atau saling menyalahkan karena kita semua bersaudara.


Penutup >>>

%d bloggers like this: