Category Archives: Catatan Reuni

Cerita Seputar Reuni 4

Sumbangan dari Bony Sukamto

Melanjutkan kisah Bony Sukamto dari posting sebelumnya…

Saya kemarin(26/05/06) datang di rumah Rusminto kira2 jam 11.00 dengan harapan masih bisa mendapatkan sisa2 makanan. Karena terus terang takut Lapis Legit sudah tinggal sisa…………. Ha… ternyata jadi the First Man yang muncul disana. Biasanya First Lady(Sukniarti) kita yang muncul paling pagi, eh ternyata Dia lagi dapat tugas berat membawa 5 jiwa baru. Saya mula2 dihidangkan satu kotak Moaci dari Harry Po yang begitu perhatian ama reuni kita. Sampai jau2 dari Ungaran masih sempatnya ngirim oleh2 untuk kita. Aku terus terang ngak berani menyentuhnya, karena masih menunggu teman2 datang untuk sama2 menikmatinya. Tunggu udah jam 12 baru muncul Chandrawati yang masih begitu cantik. Bener lho kita yang ikut milis pasti masih menghafal nama teman2, karena fotonya muncul di Wallpaper setiap hari, gimana bisa lupa nama saya?

Read more of this post

Advertisements

Cerita Seputar Reuni 3

Sumbangan dari Bony Sukamto

Melanjutkan kisah Reuni oleh Bony Sukamto dari posting sebelumnya…

Sungguh luar biasa kita ketemu dalam group yang lebih kecil(22/05/06 Resto.Naf Naf Mega Pluit), jumlahnya ada 12 orang, semuanya akrab bengeet. Ketemunya di MegaMall Pluit Karaoke Nav Nav. Untung yang datang tidak lebih dari itu, terus terang tempatnya tidak begitu besar, maklum tempat karaoke. Udah itu kita terpaksa pindah kamar karena tempatnya panas. Eh ternyata Mario datang juga, anak ini benar kocak, maunya nempel terus. Duduknya miring terus.

Read more of this post

Sekali Sto. Paulus Tetap Sto. Paulus

Kemarin adalah sejarah, hari ini adalah kenyataan,

esok adalah harapan . . .

Kata-kata ini terkesan begitu puitis, tapi itulah hidup...


Catatan pribadi seorang Sukniarti
dari Reuni Lulusan SMA Santo Paulus (Pontianak) tahun 1977
pada hari Minggu, 19 Februari 2006
di Restoran Family Ria, Sunter, Jakarta


– Pengantar –

Sebulan yang lalu (Januari 2006), seorang teman akrab saya tiba-tiba menelpon dari Pontianak. Seperti biasa, saya begitu senang dan mengira dia berada di Jakarta, dan itu berarti ada kesempatan bertemu muka. Dengan kesibukan masing-masing apalagi di kota Jakarta yang tiap hari selalu macet di mana-mana, bertemu teman pun kadang-kadang menjadi hal yang langka dan istimewa.

Tapi … apa yang saya harapkan ternyata berbeda. Kali ini berita yang saya terima adalah berita duka tentang seorang sahabat kami, Suzana H (A Lan). Ia telah berpulang mendahului kita semua. Yang paling tidak bisa saya mengerti adalah bahwa dia meninggal di Jakarta! Dan pada saat dia meninggal hanya ditunggui seorang anaknya yang masih ‘ABG’ (Anak Baru Gede, alias usia pra-remaja) di salah satu rumah sakit di tengah kota! Tidak ada seorang pun di antara kami sahabat-sahabatnya tahu bahwa dia terbaring sakit di kota yang sama dengan kami. Saya baru tahu setelah jenazah almarhumah dibawa kembali ke Pontianak, sungguh tidak bisa dipercaya!

Suzana adalah sahabat kami berenam yaitu saya sendiri Sukniarti, Hesti, Susy, Eka Anita Kasih, Chandrawati (semuanya di Jakarta) dan Susanna L. (Pontianak). Semasa belajar di SMA, kami susah senang selalu bertujuh, dan … tiba-tiba kami kini tinggal berenam. Hidup ini memang penuh rahasia sehingga ada yang mengatakan tukang ramal pun hanya punya 1 pantangan yaitu meramalkan umur orang karena yang satu ini adalah rahasia sang Pencipta. Sejak itulah tiba-tiba saja keinginan berkumpul teman-teman lama muncul dari dalam hati saya. Sudah berapa lama saya kehilangan kesempatan merangkai kenangan bersama sahabat-sahabat saya? Andaikan … Tuhan mengijinkan waktu diputar kembali, mungkin situasinya akan berbeda di saat-saat terakhir mungkin masih ada selembar kenangan terakhir bersama sahabat kami Suzana. Terlambat sudah …, terlambat sudah …, semuanya telah berlalu … (jadi ingat lagu Panbers yang ngetop di saat kita remaja). Suzana, kami kehilangan anda, doa kami panjatkan ke hadirat Yang Maha Kuasa, semoga engkau diterima disisi-Nya, amin.

Read more of this post